Ekonomi Makro – Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup, Serta Kebijakan Didalamnya

ekonomi makro

Setelah kamu mengerti tentang Ekonomi Mikro, sekarang saatnya kamu memahami apa itu ekonomi makro, tujuan ekonomi makro, ruang lingkup dalam ekonomi makro, beserta kebijakan – kebijakan yang ada didalam ekonomi makro.

Apa Itu Ekonomi Makro?

Seperti namanya, Ekonomi Makro mempelajari keseluruhan ekonomi. Studi ekonomi ini mengkhususkan diri pada ekonomi yang luas dan komprehensif. Oleh karena itu, ekonomi makro sering digunakan sebagai alat untuk menganalisis dan merancang serangkaian tujuan kebijakan yang berkaitan dengan inflasi, ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi, dan neraca pembayaran yang berkelanjutan. Ekonomi Makro juga sering dipelajari didalam mata kuliah dalam jurusan ekonomi S1 karena masih erat kaitannya dengan ilmu – ilmu yang mempelajari tentang ekonomi.

Studi ekonomi ini juga dapat digunakan untuk melakukan analisis produsen secara komprehensif. Tidak ketinggalan dengan konsumen, ekonomi makro pun menganalisanya dalam konteks bagaimana mengalokasikan pendapatan untuk membeli barang dan menggunakan jasa.

Tujuannya Apa Sih Ekonomi Makro Ini?

Ada beberapa tujuan ekonomi makro, dan semua tujuan itu dengan maksud untuk meningkatkan perekonomian suatu negara. Masing-masing tujuan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang muncul di suatu negara. Berikut adalah beberapa tujuan penerapan kebijakan ekonomi makro:

  1. Ingin Menciptakan Lapangan Pekerjaan Untuk Warga Indonesia
    Kebijakan yang dirumuskan dalam ekonomi makro bertujuan untuk mengatur penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, negara memiliki kemampuan untuk meminimalkan tingkat pengangguran. Pasalnya, tingkat pengangguran yang tinggi akan berdampak buruk bagi suatu negara. Pada akhirnya, angka pengangguran yang tinggi hanya akan menjadi beban perekonomian negara.
  2. Ingin Menargetkan Produksi Tinggi dalam Negeri
    Kapasitas produksi suatu negara sangat tergantung pada tingkat investasi yang masuk ke negara tersebut. Pada saat yang sama, investasi bergantung pada tingkat tabungan domestik. Kemudian, tabungan domestik bergantung pada pendapatan masyarakat dan tingkat suku bunga. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kapasitas produksi suatu negara dapat dicapai dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. bagaimana itu? Ya Meningkatkan produktivitas masyarakat itu sendiri.
  3. Mengharapkan Stabilnya Ekonomi
    Stabilitas ekonomi suatu negara meliputi stabilitas harga komoditas, kesempatan kerja, dan tingkat pendapatan masyarakat. Penerapan kebijakan ekonomi makro ditujukan untuk menstabilkan harga barang dan lapangan kerja. Akhirnya, situasi ini akan berdampak baik bagi suatu negara.
  4. Seimbangnya Neraca Pembayaran
    Setiap negara harus melakukan transaksi perdagangan dengan negara lain. Pendekatan ini pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi perekonomian negara, sehingga neraca pembayaran harus seimbang. Beberapa komponen neraca pembayaran yang perlu dipahami adalah arus mata uang, neraca berjalan, dan neraca perdagangan.
  5. Pendapatan Penduduk Akan Merata
    Distribusi rata-rata pendapatan penduduk dapat dicapai melalui distribusi rata-rata sumber daya alam dan sumber daya manusia. Pemerataan pendapatan diharapkan dapat meningkatkan tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat. Dengan begitu, kehidupan yang seimbang dan damai pun akan tercipta tanpa ada nya gangguan ekonomi yang menghadang.
  6. Pengendalian Inflasi
    Salah satu penyebab terjadinya inflasi adalah permintaan barang yang berlebihan. Akibatnya harga komoditas tersebut melambung tinggi. Melalui ekonomi makro, Indonesia mampu menerapkan kebijakan rasio kas, politik pasar terbuka, dan politik diskon. Tujuannya adalah untuk menghentikan laju inflasi negara.

Ruang Lingkup Dari Ekonomi Makro Itu Apa Saja?

Tidak hanya ekonomi mikro saja yang ada ruang lingkupnya, ekonomi makro pun demikian. Bahkan, ada perbedaan antara ekonomi makro dan mikro yang perlu kamu ketahui. Untuk sekarang, kamu mungkin ingin tau apa saja ruang lingkup dari ekonomi makro. Dan berikut ini adalah rangkumannya:

Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Nasional

Ekonomi makro menggambarkan kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa. Oleh karena itu, terdapat banyak pos pengeluaran dalam kisaran ini yaitu:

  • Pengeluaran didalam perusahaan (investasi)
  • Pengeluaran didalam pemerintahan
  • Ekspor dan impor barang
  • Pengeluaran didalam rumah tangga

Kebijakan Dari Pemerintah

Masalah inflasi dan pengangguran tidak dapat dipisahkan dari perekonomian suatu negara. Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya melalui kebijakan fiskal dan moneter. Kebijakan fiskal adalah serangkaian tindakan yang dilakukan pemerintah untuk mengubah besaran dan struktur perpajakan. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi aktivitas ekonomi negara dan masyarakat.

Sementara itu, kebijakan moneter adalah seperangkat kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mempengaruhi jumlah mata uang yang beredar antar masyarakat dalam suatu koridor ekonomi.

Pengeluaran Agregat Atau Menyeluruh

Total pengeluaran mengacu pada pengeluaran komprehensif. Jika pengeluaran ini tidak dapat mencapai tingkat yang diinginkan, akibatnya adalah masalah ekonomi. Realisasi lapangan kerja dapat memantau tingkat suatu inflasi. Karena itu, umumnya pengeluaran agregat mampu berada pada tingkatan yang dibutuhkan.

Kebijakan – Kebijakan Yang Ada di Dalam Ekonomi Makro

Penelitian Ekonomi makro menangani masalah yang berkaitan dengan inflasi dan deflasi, tingkat pengangguran dan kesempatan kerja. Dalam hal ini, ekonomi makro memiliki kebijakan sebagai berikut:

Fiskal

Pendapatan dan pengeluaran suatu negara merupakan isu yang diatur dalam kebijakan ini. Penghasilan dan pemasukan negara bisa berasal dari pajak yang dibayarkan oleh setiap warga negara. Selain itu, pundi-pundi pendapatan negara bisa juga berasal dari non pajak, seperti lelang, denda, bingkisan, dan tip dari negara lain.

Moneter

Kebijakan ini membedakan antara ekonomi makro dan ekonomi mikro. Kebijakan moneter digunakan untuk mengukur berapa banyak uang yang dikeluarkan bank sentral suatu negara. Semakin banyak uang beredar, semakin besar pengaruhnya terhadap tingkat inflasi. Akhirnya, akan menaikkan harga produk. Sebaliknya jika peredaran uang kecil maka harga produk akan lebih murah. Ini disebut deflasi. Kebijakan moneter berperan penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu menjaga laju pertumbuhan ekonomi suatu negara. Inilah manfaat mempelajari ilmu ekonomi, yaitu untuk memahami aplikasinya dalam aktivitas kita sehari-hari.

Segi Penawaran

Peran kebijakan ini adalah untuk menyeimbangkan neraca suatu perusahaan atau negara. Saat ini, wajar jika perusahaan umum membutuhkan ahli ekonomi. Dengan ilmu ekonomi, para perusahaan berharap semua proses pengelolaan keuangan (terutama yang berkaitan dengan produksi) dapat ditekan seminimal mungkin. Selain itu, kualitas produk pun terus terjaga keseimbangannya. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang lebih tinggi. Dalam konteks Indonesia, ekonomi makro adalah sistem untuk menganalisis perubahan ekonomi negara yang dapat mempengaruhi perusahaan, masyarakat, dan pasar. Dari Ekonomi Makro, kamu juga dapat menjelaskan perubahan kondisi ekonomi Indonesia untuk mendapatkan hasil analisis terbaik.

Dan seperti biasa, Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *