Ekonometrika: Pengertian, Konsep, Tujuan, dan Contohnya

Ekonometrika

Secara pengertian, ekonometrik atau ekonometrika berarti “ukuran ekonomi”. Meskipun pengukuran merupakan bagian penting dari ekonometrika, ruang lingkupnya lebih dari itu, seperti yang dijelaskan dalam kutipan berikut:

Ekonometrika Menurut Para Ahli 

1. Gehard Tinter  – Tahun 1968

Ekonometrika, hasil dari sebuah cara pandang mengenai peran ilmu ekonomi, berisi aplikasi matematika statistik pada data ekonomi untuk meminjamkan dukungan empiris pada model-model yang dibangun oleh matematika ekonomi dan untuk mendapatkan hasil empiris.

2. P.A. Samuelson . Et.al – Tahun 1954

Ekonometrika dapat didefinisikan sebagai analisis kuantitatif dari fenomena ekonomi aktual, berdasarkan perkembangan yang menyeluruh dari teori dan observasi, terkait dengan metode inferensi (penarikan kesimpulan) yang sesuai.

3. Arthur S. – Tahun 1964

Ekonometrika dapat didefinisikan sebagai ilmu sosial, di mana perangkat atau metode dari teori ekonomi, matematika, dan inferensi statistika yang diaplikasikan pada analisis dari fenomena ekonomi.

4. E Malinvaud, – Tahun 1966

Seni ahli ekonometrika adalaj menemukan sejumlah asumsi yang cukup spesifik dan cukup realistis sehingga ia dapat mengambil keuntungan yang memungkinkan dari data yang ada padanya.

5. T. Havelmo , – Tahun 1994

Metode dari tujuan penelitian ekonometrika secara mendasar terletak pada suatu penghubung antara teori ekonomi dan pengukuran aktual menggunakan teori dan teknik inferensi statistika sebagai jembatannya.

Mengapa Ekonometrika Perlu Di Pelajari?

Alasan paling meyakinkan mengapa kamu harus mempelajari ekonometrika adalah bahwa teori ekonomi biasanya memiliki pernyataan atau asumsi kualitatif. Misalnya, teori ekonomi mikro menyatakan bahwa dengan asumsi hal-hal lain yang bersifat konstan (kondisi lain tetap sama), diharapkan kenaikan harga barang/jasa akan mengurangi permintaan barang/jasa.

Oleh karena itu, teori ekonomi berasumsi bahwa ada hubungan negatif atau terbalik antara harga dan permintaan barang/jasa, yang disebut dengan aturan permintaan dengan kemiringan ke bawah atau yang biasa disebut aturan permintaan. Namun, teori itu sendiri tidak memberikan ukuran numerik tentang kekuatan hubungan antara dua variabel.

Dalam hal ini, teori ekonomi tidak mengatakan seberapa besar permintaan barang/jasa akan naik atau turun karena perubahan tertentu dalam harga barang/jasa tersebut. Nah, memprediksi angka-angka ini adalah tugas seorang ahli ekonometrika. Ekonometrika menyediakan konten empiris untuk hampir semua teori ekonomi, apa itu konten empiris? yaitu konten berdasarkan pengamatan atau eksperimen.

Jika dalam sebuah studi kasus atau eksperimen, kamu menemukan bahwa ketika harga satu unit barang / jasa naik 10.000 rupiah dan permintaan turun (misalnya 100 unit), maka kamu tidak sekadar menegaskan aturan permintaan. Di sini, kamu juga memberikan perkiraan numerik dari hubungan antara dua variabel (harga dan permintaan atau kuantitas).

Fokus utama matematika ekonomi adalah mengungkapkan teori ekonomi dalam bentuk atau persamaan matematika (model), tanpa mempertimbangkan keterukuran teori atau verifikasi empiris. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ekonometrik menaruh banyak perhatian pada pengujian empiris teori ekonomi.

Kamu akan segera menyadari bahwa ekonometrika sering menggunakan model matematika yang diusulkan oleh matematikawan ekonomi. Namun, mereka menempatkan model ini dengan cara yang memungkinkan mereka untuk melakukan pengujian empiris. Mereka mengumpulkan data tentang PDB (Produk Domestik Bruto), kesempatan kerja, pengangguran, harga, dan sebagainya.

Data ini merupakan data asli untuk pekerjaan ekonometrika. Namun, ahli statistik ekonomi tidak akan mengutak-atik data ekonomi karena mereka tidak tertarik menggunakan data yang dikumpulkan untuk menguji teori ekonomi.

Meskipun statistik matematika menyediakan banyak alat yang dapat digunakan oleh penguji teori ekonomi, ahli ekonometri biasanya memerlukan metode khusus. Ini karena sebagian besar data ekonomi bersifat unik karena tidak selalu dihasilkan melalui eksperimen terkontrol.

Seperti ahli meteorologi, ahli ekonometri biasanya mengandalkan data yang tidak dapat dikontrol secara langsung. Oleh karena itu, data konsumsi, pendapatan, investasi, tabungan, harga dan lain-lain yang dikumpulkan oleh lembaga pemerintah dan swasta pada dasarnya bukanlah hasil eksperimen.

Apa pendapat ekonometrika tentang data ini? Hal ini menyebabkan masalah khusus yang biasanya tidak ditemui dalam statistik matematika. Selain itu, data tersebut mungkin mengandung kesalahan pengukuran dan mungkin juga dibulatkan. Ahli ekonometrika mungkin perlu mengembangkan metode analisis tertentu untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kesalahan pengukuran tersebut.

Bagi mahasiswa jurusan manajemen ekonomi (bisnis), ada alasan pragmatis untuk mempelajari ekonometrika. Setelah lulus, mereka mungkin diminta untuk meramalkan penjualan, suku bunga, jumlah uang beredar, atau memperkirakan fungsi penawaran dan permintaan produk serta elastisitas harga saat mulai bekerja.

Badan legislatif pusat (DPR) dan daerah (DPRD) sering kali mengharuskan ekonometrika untuk bertindak sebagai konsultan untuk kepentingan klien atau sebagian besar masyarakat.

Oleh karena itu, ahli ekonometrika konsultan panitia DPRD yang bertanggung jawab dalam pengendalian harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik dapat diminta untuk menilai dampak usulan kenaikan harga terhadap total permintaan listrik. Tepatnya, hal itu dilakukan sebelum panitia menyetujui kenaikan harga BBM dan listrik.

Dalam hal ini, ekonometrika mungkin perlu mengembangkan fungsi permintaan listrik yang memungkinkannya memperkirakan elastisitas harga permintaan; dalam hal ini, setiap persentase perubahan harga menghasilkan persentase perubahan kuantitas yang diminta.

Pengetahuan tentang ekonometrika akan membantu mengevaluasi fungsi permintaan tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ekonometrika telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ilmu ekonomi dan bisnis.

Sumber: Gujarati. (2007). Dasar-dasar Ekonometrika Jilid 1. Jakarta Timur: Erlangga (dengan sedikit perubahan)

Konsep dan Tujuan Ekonometrika

Seperti yang dijelaskan oleh definisi ini, ekonometrika adalah campuran dari teori ekonomi, matematika ekonomi, statistik ekonomi, dan matematika statistik. Namun, topik ini layak untuk dipelajari terpisah karena alasan berikut. Tujuan utama matematika ekonomi adalah untuk mengungkapkan teori ekonomi dalam bentuk matematika (persamaan), bahkan jika teori tersebut belum tentu dapat diukur atau belum diuji secara empiris.

Seperti disebutkan sebelumnya, ekonometrika bertujuan untuk menguji teori ekonomi secara empiris. Seperti yang akan kamu lihat nanti, ekonometrika sering menggunakan persamaan matematika yang diturunkan dari ekonomi matematika untuk pengujian empiris, sehingga keterampilan praktis dan kreativitas yang baik diperlukan untuk mengubah matematika ini menjadi persamaan ekonometrik.

Statistik ekonomi biasanya bertujuan untuk mengumpulkan, mengelola dan menyajikan data ekonomi dalam bentuk grafik dan tabel. Ini adalah tugas ahli statistik ekonomi. Mereka bertanggung jawab untuk mengumpulkan data GNI (Produk Nasional Bruto), jumlah pekerja, tingkat pengangguran, dan harga.

Data yang dikumpulkan merupakan data mentah yang digunakan dalam proses ekonometri. Namun tugas seorang ahli statistik ekonomi tidak lebih dari itu, tugasnya tidak termasuk memeriksa data yang terkumpul untuk diuji menurut teori ekonomi.

Tentu saja, menguji data ini adalah tugas seorang ahli ekonometri. Meskipun matematika statistik menyediakan banyak alat untuk digunakan, ekonometrika biasanya harus mengadopsi metode tertentu untuk menentukan sifat spesifik dari sebagian besar data ekonomi.

 

Contoh Ekonometrika

Misalnya, apakah data yang kamu miliki merupakan hasil dari eksperimen terkontrol? Ekonometrika kuantitatif mirip seperti ahli meteorologi karena mereka sangat bergantung pada data yang sebenarnya tidak dapat mereka kendalikan.

Seperti yang Spanos katakan: “Dalam ekonometrik, pemodel ekonometrik sering menghadapi data yang saling bertentangan antara pengamatan dan hasil eksperimen.

Situasi ini memiliki dua arti atau efek penting pada pemodelan ekonometrik empiris. Pertama, pemodel harus menguasai banyak keterampilan yang dibutuhkan untuk menganalisis data eksperimen. Kedua, karena pengumpulan data dan analisis data adalah orang yang berbeda, pemodel harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang properti dan struktur data yang digunakan.

Sekian sudah pembahasan saya tentang Ekonometrika yang menjadi salah satu ilmu dalam bidang Ekonomi S1. Dan seperti biasa, Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *